Featured Product
 
Minyak Angin Aromatherapy Aning’s Lemon  
Memberikan sensasi minyak atsiri yang menyehatkan, meredakan sakit kepala, pusing, flu, batuk, pilek, mabuk dalam perjalanan, mengatasi gangguan perut, dan bisa juga untuk isi ulang Car pillow dan Herbal pillow. Selengkapnya ...
 
Teh Ostea +
Teh OSTEA+ merupakan produk teh herbal terbaru dari PT. Mahkotadewa Indonesia. Teh seduh yang komposisi utamanya terbuat dari daun sukun, dimana menurut penelitian daun sukun sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang, jantung, ginjal, dan hati. Selain itu daun sukun juga diketahui mampu menurunkan kolesterol dan asam urat.. Selengkapnya ...

TO K

Kunyit

Nama latin: Curcuma domestica

Nama daerah: Kunir; Kunyir; Koneng; Kunyet; Kuning; Kuneh

Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m, daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang. Perbanyakannya dengan anakan

Habitat: Tumbuh di ladang dan di hutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di perkarangan. dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang

Kandungan kimia: Tumeron; Zingiberon; Seskuiterpena alkohol; Kurkumin; Zat pahit; Lemak hars; Vitamin C

Khasiat: Kholagog; Stomakik; Antispasmodik; Anti inflamasi; Anti bakteria; Kholeretik

Nama simplesia: Curcumae domesticae Rhizoma

Resep tradisional:
Luka dan kurap
Rimpang kunyit 1 jari; Daun asam 1 genggam; Air sedikit, Dipipis, Tempelkan pada luka dan diganti setiap 3 jam
Mencret
Rimpang kunyit 1/2 jari; Rasuk angin 1/2 sendok teh; Ketumbar 3 biji; Buah kayu ules 1 biji; daun trawas 1 helai, Campuran ditumbuk; ditambah air 115 ml dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml
Nyeri haid
Rimpang kunyit 1 jari; Ketumbar 7 butir; Cengkih 1 butir; Asam kawak; Biji pala, Campuran ditumbuk; ditambah air 110 ml; dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Sakit perut
Kunyit dibakar 1 jari; Kulit batang pulosari 1 jari; Ketumbar 7 biji; Seluruh tanaman patikan cina 1 genggam; Air 1 cangkir, Campuran ditumbuk; ditambah air dan dididihkan sampai diperoleh secangkir; disaring, Bayi umur 5-7 bulan; 1 sendok teh/jam; Anak umur 1-2 tahun; diminum 2 kali sehari; 2 sendok makan; Dewasa; sehari minum 3 kali; 1/2 cangkir
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Kumis Kucing

Nama latin: Orthosiphon stamineus Benth

Nama daerah: Kumis ucing; Brengos kucing; Songot koceng; Remujung; Sesaseyan

Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang basah, tinggi sampai 1,5 m, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya berwarna putih seperti kumis kucing, batangnya berbentuk empat persegi dan mudah di patahkan

Habitat: Tumbuh liar diladang, di tepi sungai dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai ketinggian 700 m dpl, ada juga yang ditanam sebagai tanaman hias

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Genkosid orthosifonin; Zat lemak; Minyak atsiri; Minyak lemak; Saponin; Sapofonin; Garam kalium

Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik

Nama simplesia: Orthosiphonis Herba

Resep tradisional:
Susah kencing
Daun kumis kucing segar 1/4 genggam; Air 1 gelas, Direbus hingga memperoleh cairan 1/2 gelas, Diminum setiap hari 2 kali dan tiap kali minum 1/2 gelas
Batu ginjal
Herba kumis kucing 6 g; Herba meniran 7 pohon; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml
Kencing manis, Daun kumis kucing 20 helai; Daun sambiloto 20 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari; 100 ml
Sakit pinggang
Daun kumis kucing segar 1 genggam; Kulit batang pepaya seluas 4 cm2; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Kremah

Nama latin: Alternanthera sessilis (L)

Nama daerah: Daun rusa; Kremak; Sayur udang; Jukuk demah; Kremek; Kremi; Matean

Deskripsi tanaman: Semak, merambat, batang masif, beruas-ruas, warna hijau kekuningan. Daun majemuk berhadapn, bentuk lonjong, ujung dan pangkal runcing, warna hijau. Perbungaan bentuk bulir, diketiak daun dan diujung batang, mahkota bunga berwarna putih kehijauan. Buah kotak, warna cokelat, biji bulat, hitam

Habitat: Tumbuh baik pada tempat terbuka dan cukup air pada ketinggian 1-1000 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Zat lendir; Kalium oksalat

Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik; Galaktagog; Kholagog; Antipruritik

Nama simplesia: Alternantherae sessilidis Herba

Resep tradisional:
Peradangan perut :
Herba kremah 3 pucuk; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 3 kali sehari; tiap minum 100 ml
Mencegah uban
Herba kremah beberapa pucuk; Air secukupnya, Diseduh, Setelah dingin digosokkan pada kulit kepala
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Kola

Nama latin: Cola Sp

Nama daerah: Kola; Khole; Kolaan

Deskripsi tanaman: tanaman berupa pohon, tinggi lebih kurang 20 meter. Batang bulat, berkayu, keras, permukaan kasar, warna hijau kecokletan. Daun tunggal, tersebar, bertangkai, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 7-19 cm, lebar 2-6 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, mahkota bentuk bintang, bertaju lima, warna kuning keputihan. Buah kotak, bulat memanjang, panjang 8-15 cm, diameter 5-9 cm, warna hijau

Habitat: Tumbuh liar di perkebunan yang cukup lembab pada dataran tinggi 700-1100 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Biji

Kandungan kimia: Alkaloid kafenia; Teobromina; Teofilina; Kolanina; Kolatanin; Kola; Katekol; Kolatin; Kolatein; Merah kola; Minyak lemak; Zat pati; Gula

Khasiat: Stimulan; Antidepresif; Diuretik; Kardiotonik

Nama simplesia: Colae Semen

Resep tradisional:
Penyegar badan dan Migrain :
Biji kola 5 g; Buah cabai jawa 3 g; Rimpang lempuyang 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Ketepeng

Nama latin: Cassia alata L.

Nama daerah: Ketepeng China; Ketepeng badak; Daun kupang; Daun kurapa; Kupang-kupang; Ki manita

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi 1-5 meter. Daun menyirip genap, poros daun tanpa kelenjar, daun penumpu lama tetap tinggal dengan pangkal lebar dan ujung meruncing seperti kulit merah cokelat, panjang 6-9 mm. anak daun 8-24 pasang, sepasang yang terbawah langsung terletak diatas pangkal tangkai daun hampir memeluk ranting. Ukuran anak daun 3,5-15 cm kali 2,5-9 cm. Tandan bunga tidak bercabang, tangkai bunga 10-20 cm. Daun pelindung pendek dan rontok sebelum mekar, warna jingga ukuran 3×2 cm. Kelopak berbagi 5. Daun mahkota kuning cerah. Buah polong yang gepeng, bersayap pada kedua sisinya, memecah bila telah masak dan bijinya dapat 50-70 butir.

Habitat: 1-1400 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan : Daun

Kandungan kimia: Glikosida anthrakinon; Resin; Asam krisofanat; Zat samak; Aloe emodin

Khasiat: Laksatif; Parasitisida

Nama simplesia: Cassiae alatae Folium

Resep tradisional:
Kapalan dan Herpes
Daun ketepeng China muda 7 helai; Akar kelembak 1 jari tangan; Buah asam sedikit; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Kurap dan Panu :
Daun ketepeng Cina secukupnya; Kapur sirih atau Tawas sedikit; Air sedikit, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian kulit yang sakit.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Ketapang

Nama latin: Terminalia cattapa L

Nama daerah: Katapang; Ketapa; Gentapang; Hatapang; Lahafang; Katafa; Ketapas

Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang besar, tingginya sampai 20 m lebih, Daunnya selebar tangan, berbentuk bulat telur, dan dua kali setahun, daunnya runtuh. Bunganya tidak berwarna tetapi harum baunya

Habitat: Tumbuh di hutan dan di tepi pantai sampai ketinggian 800 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Biji ; Kulit kayu ; Daun

Kandungan kimia: Minyak lemak; Tanin; Saponin

Khasiat: Laksatif; Diuretik; Diaforetik

Nama simplesia: Terminaliae Semen

Resep tradisional:
Pelancar ASI dan Pencahar:
Biji ketapang (serbuk)3 biji; Tepung garut 2 sendok makan; Gula aren secukupnya; Air secukupnya, Dibubur, Dimakan seperti makan bubur; di samping untuk melancarkan ASI; dapat juga untuk pencahar ringan.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Kesumba

Nama latin: Bixa orellana L.

Nama daerah: Kasumbo; Kasumba; Kasumba keling; Kasombha; Kasupa

Deskripsi tanaman: Tumbuhan perdu, tinggi 2-9 m, mempunyai daun tunggal bertangkai panjang, bentuknya bulat telur, ujung runcing, pangkal rata kadang berbentuk jantung, tepi rata, panjang 8-20 cm, lebar 5-12 cm, dan warna hijau berbintik merah. Bunga tumbuhan ini berwarna merah muda atau putih, diameter 4-6 cm. Buahnya seperti buah rambutan, tertutup rambut sikat berwarna merah tua atau hijau, pipih, panjang 2-4 cm dan berisi banyak biji kecil berwarna merah tua

Habitat: Tumbuh liar di ladang dengan cahaya yang cukup pada dataran rendah hingga 1200 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan : Daun

Kandungan kimia: Tannin; Kalsium oksalat; Saponin; Lemak; Glukosida; Damar

Khasiat: Diuretik; Antipiretik

Nama simplesia: Bixi Folium

Resep tradisional:
Masuk angin :
Daun kesumba 15g; Gula jawa 30 g; Air 500 ml, Direbus selama mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore
Demam :
Daun kesumba 10 g; Air 400 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum 3-4 kali sehari
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Kemuning

Nama latin: Murraya paniculata (L.)JACK

Nama daerah: Kamuning; Kamuri; Kamoni; Kamone; Kemuning; Kajeri

Deskripsi tanaman: Tanaman berupa pohon, tinggi 3-7 m. Batang berkayu, beralur, warna kecokelatan kotor. Daun majemuk, anak daun 4-7, permukaan licin, bentuk corong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk tandan, panjang mahkota 6-27 mm, lebar 4-10 mm, warna putih. Buah buni, diameter lebih kurang 1 cm, buah muda berwarna hijau setelah tua merah.

Habitat: Tumbuh liar di ladang pada daerah lembab dengan cahaya cukup di dataran dari 950 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Glukosida murayin; Minyak atsiri; Kadinena

Khasiat: Analgesik; Diuretik; Stomakik

Nama simplesia: Murrayae Folium

Resep tradisional:
Haid tidak teratur:
Daun kemuning 3 g; Daun pacar kuku 3 g; Rimpang temu lawak 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Menguruskan badan:
Daun kemuning 1 genggam; Daun pace 1 genggam; Bangle 1/2 jari kelingking; Air secukupnya, Dipipis, Diulang selama 7 hari; untuk pemeliharaan diminum 2 kali seminggu; tiap kali minum 1/4 cangkir
Keputihan:
Daun kemuning 3 g; Daun pacar kuku 3 g; Herba tapak liman 2 g; Rimpang temu kunci 2 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Reumatik, Daun kemuning 3 g; Akar tembelekan 6g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Kemangi

Nama latin: Ocimum basilicum L

Nama daerah: Kemangi; Kemangen; Surawung

Deskripsi tanaman: Tanaman semak yang tegak dengan bau khas, tinggi mencapai 1,5 meter. Bunganya berbibir berbentuk bulir warna putih dan merah muda. Bijinya bila kena air menggelembung seperti agar-agar.

Habitat: Tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 1300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Eugenol; Sineol; Metilkhavikol; Protein; Kalsium

Khasiat: Diaforetikum

Nama simplesia: Ocimume Folium

Resep tradisional:
Perut kembung :
Daun kemangi secukupnya, Dicuci bersih, Dimakan sebagai lalapan.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Kelor

Nama latin: Moringa oliefera Lamk

Nama daerah: Kilor; Celor; Kerol; Kelo; Keloro

Deskripsi tanaman: Tanaman berupa pohon yang tingginya lebih kurang 8 meter. Batang berkayu, bulat, bercabang, berbintik hitam, warna putih kotor. Daun majemuk, panjang 20-60 cm, anak daun bulat telur, tepi rata, ujung berlekuk, tulang menyirip ganjil, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, letak di ketiak daun, panjang 10-30 cm, mahkota warna putih. Buah polong, panjang 20-45cm, berisi 15-25 biji, warna cokelat kehitaman.

Habitat: Tumbuh liar di ladang pada daerah cukup air, dengan cahaya matahari penuh pada ketinggian 300-900 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Akar

Kandungan kimia: Pterigospermin; minyak atsiri; Alkaloid moringin; Moringinin; Minyak lemak

Khasiat: Diuretik; Stimulan; Ekspektoran; Analgesik

Nama simplesia: Moringae Radix

Resep tradisional:
Bengkak dan Beri-beri :
Kulit akar kelor secukupnya; Masoyi secukupnya; Kuncup cengkih secukupnya; Akar pepaya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang bengkak
Sakit kepala dan Rematik:
Akar kelor secukupnya; Air sedikit, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada pelipis dan di belakang telinga. Pada penderita rematik, pasta tersebut dioleskan pada bagian yang terasa nyeri; Diborehkan 3 kali sehari.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
Kategori Produk
Madu Herbal Bumbu Masak herbal Beras Organik Aromatherapy
Kecantikan Tetes Mata Herbal Obat Luar Minuman Instan Kapsul Herbal
Herbal Kering Paket Herbal
Kategori Informasi