Featured Product
 
Minyak Angin Aromatherapy Aning’s Lemon  
Memberikan sensasi minyak atsiri yang menyehatkan, meredakan sakit kepala, pusing, flu, batuk, pilek, mabuk dalam perjalanan, mengatasi gangguan perut, dan bisa juga untuk isi ulang Car pillow dan Herbal pillow. Selengkapnya ...
 
Teh Ostea +
Teh OSTEA+ merupakan produk teh herbal terbaru dari PT. Mahkotadewa Indonesia. Teh seduh yang komposisi utamanya terbuat dari daun sukun, dimana menurut penelitian daun sukun sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang, jantung, ginjal, dan hati. Selain itu daun sukun juga diketahui mampu menurunkan kolesterol dan asam urat.. Selengkapnya ...

TO M

Meniran

Nama latin: Phyllanthus niruri L.

Nama daerah: Memeniran; Gosau na dungi; Gosau madungi roriha; Daun gendong anak

Deskripsi tanaman: Semak, tanaman semusim, tinggi 20-60 cm. Batang masif, bulat licin, tidak berambut, diameter 3 mm, berwarna hijau. Daun majemuk, berseling, anak daun 15-24, berwarna hijau, bentuk bulat telur, panjang 1,5 cm,lebar 7 mm, tepi rata, ujung tumpul, pangkal membulat. Bunga berwarna putih, tunggal, dekat tangkai anak daun. Buah kotak, bulat, diameter 2 mm, berwarna hijau keunguan. Biji kecil, keras, berwarna coklat.

Habitat: Meniran tumbuh liar di tempat lembab dan berbatu, seperti di sepanjang saluran air, semak-semak. Tumbuhan ini bisa ditemukan di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1000 dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh tanaman

Kandungan kimia: Filantina; Hipofilantina; Kalium; Damar; Tanin

Khasiat: Membersihkan hati; Anti radang; Anti demam; Peluruh dahak; Peluruh haid; Penambah nafsu makan

Nama simplesia: Phyllanthi Herba

Resep tradisional:
Batu ginjal
Daun meniran 3 g; Daun ngokilo 9 g; Daun wungu 5 g; Daun besaran 3 g; Daun kumis kucing 5 g; Daun sendokan 7 g; Daun duduk 7 g; air 500 cc, Semua bahan direbus selama 15 menit, kemudian disaring, Rebusan diminum 3 kali sehari.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Mengkudu

Nama latin: Morinda citrifolia L.

Nama daerah: Mengkudu; Kudu; Kemudu; Cangkudu; Bengkudu; Keumudu; Lengkudu; Bakudu; Kodhuk; Pace; Benthis; Makudu; Mekudu; Bingkudu; Wangkudu; Kungkudu; Manakudu; Bangkulu; Pamarae; Neteu; Labannan; Tibah; Ai-kombo.

Deskripsi tanaman: Tinggi tanaman 3-8 m, pohon kecil. Daun tersusun berhadapan, bertangkai pendek, lebar, tebal dan mengkilap. Bentuk lonjong menyempit kearah pangkal, ukuran 10-40 x 5-7 cm. Bunga bongkol bertangkai, rapat, axialis dan mahkota berbentuk tabung seperti terompet, taju 5 atau 6 berwarna putih, harum. Buah buni majemuk dengan banyak isi, permukaan benjol, bijinya bulat panjang, warnanya coklat kemerah-merahan, bila masak dagingnya berair.

Habitat: Tumbuh liar di tepi pantai dan ditanam di seluruh Nusantara. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada lahan dengan ketinggian 1-1500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Buah ; Akar ; Daun

Kandungan kimia: Alkalaoid; Antrakuinon; Metil asetil eter; Asam Kepril; Soranyidiol; Morindadiol; Morindin; Alzarin; Morindone; Damnacanthal.

Khasiat: Hipotensif; Autelmintik; Emenagog.

Nama simplesia: Morindae citrifoliae Fructus

Resep tradisional:
Amandel
Buah mengkudu (parut)1 buah; Air matang 100 ml, Diseduh lalu beningannya ditambah madu satu sendok teh, Untuk berkumur; ramuan tidak berbahaya bila tertelan.
Batuk
Buah mengkudu (parut)2 buah; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Limpa membesar
Buah mengkudu (parut)2 buah; Cuka encer sedikit, Peras dan saring, Diminum 1 hari sekali 1 ramuan.
Sariawan
Buah mengkudu (parut)1 buah; Buah pisang batu 2 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Tekanan darah tinggi, Buah mengkudu (parut)1 buah; Air matang 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Murbei

obat-alami26Bisul, kencing nanah, darah tinggi, rematik, gigitan ular, sampai hepatitis, akan segera punah jika Anda obati dengan daun murbei. Ampuh benar ya? Ya, siapa sangka, tumbuhan yang acap jadi makanan ulat sutra ini ternyata menyimpan khasiat obat yang luar biasa.

Murbei berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m dpl. dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basa seperti di lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang ditemukan tumbuh liar. Pohon, tinggi sekitar 9 m, percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 4 cm. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 2,5 – 20 cm, lebar 1,5 – 12 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk tandan, keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk taju, warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tabun. Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda warnanya hijau, setelah masak menjadi hitam. Biji kecil, warna hitam. Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan unluk makanan ulat sutera. Daun muda enak di sayur dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yang sering bisulan. Perbanyakan dengan setek dan okulasi.

Nama Lokal: Besaran (Indonesia). murbai, besaran (Jawa); Kerta, kitau (Sumatera); Sangye (China), may mon, dau tam (Vietnam), morus leaf; morus bark, morus fruit, mulberry leaf, mulberry bark, mulberry twigs, white mulberry, mulberry (Inggris).;

Penyakit yang dapat diobati: Demam, flu, malaria, batuk, rematik, darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), kaki gajah (elephantiasis), radang mata merah (conjunctivitis acute), memperbanyak ASI, keringat malam, muntah darah, batuk darah, batuk berdahak, Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), tidak datang haid, gangguan saluran cerna, sesan napas (asma), cacingan, muka bengkak (edema), sukar kencing (disuria), neurastenia, jantung berdebar (palpitasi), rasa haus dan mulut kering, Sukar tidur (insomnia), telinga berdenging (tinnitus), sembelit, tuli, vertigo, hepatitis, kurang darah (anemia), rambut beruban, sakit kepala, s.tenggorokan, s.gigi, s.kulit, s.pinggang (lumbago), menyuburkan pertumbuhan rambut.;

Komposisi: Daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati.

Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol, butylamine, aceto’ne, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C. dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens.

Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. B uahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C).

Kulit batang mengandung (1) triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside. (2) Flavonoids: morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin. (3) Coumarins: umbelliferone, dan scopoletin. Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol. Biji: urease.

Contoh pemakaian: Tekanan darah tinggi, kaki bengkak. Daun murbei segar sebanyak 15 g dicuci bersih kemudian direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

Memperbanyak keluarnya air susu ibu (ASI): Daun murbei muda dimasak sebagai sayur, lalu dimakan bersama nasi.

Kencing nanah kulit: Akar murbei, adas pulosari, dan kayu sandel (sandelhout) direbus.

Bisul, radang kulit: Daun murbei segar sebanyak 1 genggam dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus. Rebusan daun ini berguna untuk membersihkan darah sehingga dapat diminum secara teratur.

Luka, borok: Daun murbei segar setelah dicuci bersih lalu dioleskan minyak kelapa. Layukan di atas api lalu diremas-remas dengan jari tangan sehingga menjadi lemas. Daun tadi kemudian dipakai untuk menutup luka. Namun sebelumnya, luka harus dicuci dahulu dengan rebusan akar tren guli.

Digigit ular: Daun murbei segar sebanyak 20 g dicuci lalu digiling halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu disaring dan diperas. Air yang terkumpul lalu diminum sekaligus.

Berkeringat malam: Daun murbei kering yang dijadikan serbuk sebanyak 6 – 9 g, direbus dengan air beras sampai mendidih. Setelah dingin lalu diminum.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
Kategori Produk
Madu Herbal Bumbu Masak herbal Beras Organik Aromatherapy
Kecantikan Tetes Mata Herbal Obat Luar Minuman Instan Kapsul Herbal
Herbal Kering Paket Herbal
Kategori Informasi