Featured Product
 
Minyak Angin Aromatherapy Aning’s Lemon  
Memberikan sensasi minyak atsiri yang menyehatkan, meredakan sakit kepala, pusing, flu, batuk, pilek, mabuk dalam perjalanan, mengatasi gangguan perut, dan bisa juga untuk isi ulang Car pillow dan Herbal pillow. Selengkapnya ...
 
Teh Ostea +
Teh OSTEA+ merupakan produk teh herbal terbaru dari PT. Mahkotadewa Indonesia. Teh seduh yang komposisi utamanya terbuat dari daun sukun, dimana menurut penelitian daun sukun sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang, jantung, ginjal, dan hati. Selain itu daun sukun juga diketahui mampu menurunkan kolesterol dan asam urat.. Selengkapnya ...

TO P

Pulutan

Nama latin: Urena lobata L

Nama daerah: Pungpulutan; Pungpurutan; Legetan; Polot; Kaporata

Deskripsi tanaman: Perdu, tinggi 1-2 meter, batang berkayu, berbulu lebat, berwarna ungu. Daun tunggal, bulat telur, berbulu warna hijau sampai ungu. Bunga tunggal, di ketiak daun, warna merah. Buah kotak, tertutup rambut seperti sikat warna cokelat, biji, segitiga putih

Habitat: Tumbuh pada tanah sedikit cahaya matahari, tidak lembab pada dataran rendah hingga 1750 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Akar ; Seluruh bagian tanaman

Kandungan kimia: Alkaloid; Garam kalium

Khasiat: Antiinflamasi; Antirematik; Hemostatik; Antipiretik

Nama simplesia: Urenae lobatae Radix, Urenae lobatae Herba

Resep tradisional:
Disentri, Sakit perut, Demam
Akar pulutan 2 jari tangan; Tepung garut 1 sendok makan; Air 2 gelas, Direbus sampai mendidih, Diminum sebagai pengganti minum air teh.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Pule Pundak

Nama latin: Rauwolfia serpentina Benth

Nama daerah: Akar tikus

Deskripsi tanaman: Perdu rendah, tingginya 30-50 cm. Daun tunggal berbentuk anak tombak berujung lancip. Pada masa vegetatif, satu ruas terdiri dari 3 daun. Mahkota bunga bagian luar putih, bagian dalam beralur kemerahan, membentuk tabung kecil dengan bagian tengah berbentuk pundi-pundi. Membentuk karangan dipuncak batang, tapi pada masa vegetatif selanjutnya karangan bunga terdesak ke samping oleh kuncup hingga yang mula-mula terminalis akan berubah axialis. Buah batu berbiji dua yang menonjol, tampak dari luar, mula-mula hijau lalu merah dan akhirnya hitam mengkilat.

Habitat: Tumbuh pada daerah berdrainase baik pada ketinggian 50-300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Akar

Kandungan kimia: Alkaloid ajmalina; Serpentina; Alstonina; Reserpina; Sarpagina; Yohimbina; Alkaloid

Khasiat: Antiinflamasi; Hipotensif; Sedatif; Analgesik; Antipiretik

Nama simplesia: Rau wolfiae Radix, Mustelae Radix

Resep tradisional:
Tekanan darah tinggi
Akar pule pandak 0,7 g; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Pulasari

Nama latin: Alyxia stellata Rest. Sch

Nama daerah: Palasari; Pulosari; Pulawaras

Deskripsi tanaman: semak, merambat, batang berkayu bulat, bercabang, warna hijau. Daun tunggal, lonjong, warna putih kehijauan. Perbungaan bentuk malai, di ketiak daun, mahkota bentuk corong, warna putih. Buah kecil, bulat telur, warna hijau.

Habitat: Tumbuh merambat di hutan-hutan di daerah pegunungan.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman

Kandungan kimia: Andrografin; Andrografoloid; Panikulin

Khasiat: Stomakik; Karminatif; Antispasmodik; Antitusif; Emenagog

Nama simplesia: Alyxiae Cortex

Resep tradisional:
Sariawan ;Mulas
Kulit kayu pulosari (serbuk)1 sendok teh; Buah adas (serbuk)10 butir; Pisang batu masak 2 buah; Pisang batu mengkal 2 buah; Air sedikit, Serbuk pulasari dan Adas diseduh dengan air panas; pada seduhan ditambahkan pisang batu; kemudian diremas dan diperas.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Prasman

Nama latin: Eupatorium triplinerve Vahl

Nama daerah: Ayapana; Godong prasman; Raja panah; Jukut prasman

Deskripsi tanaman: Semak, batang berkayu, beruas-ruas, warna merah muda. Daun tunggal berhadapan, helaian daun bentuk lanset, warna hijau keunguan. Perbungaan tumbuh di ujung batang, warna hijau kemerahan

Habitat: Tumbuh liar pada daerah dataran rendah sampai 1600 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Minyak atsiri; Kumarin; Ayapin; Ayapinim

Khasiat: Antitusif; Diaforetik; Stimulan

Nama simplesia: Eupatorii Folium

Resep tradisional:
Busung air
Daun prasman 9 helai; Air 110 ml, Direbus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Demam
Daun prasman 9 helai; Daun gambir hutan 1 genggam; Herba meniran 5 tanaman; Rimpang temu lawak 7 keping; Air 115 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Sariawan usus
Daun prasman 5 helai; Daun jintan 3 helai; Herba meniran 5 tanaman; Buah anyang-anyang 5 butir; Rimpang temu lawak 5 keping; Akar kelembak 3 g; Air 120 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Pepaya

Nama latin: Carica papaya L

Nama daerah: Kates; Telo gantung; Gedang

Deskripsi tanaman: Semak berbentuk pohon, pohon dengan batang yang lurus bulat silindris, kadang-kadang bercabang, sebelah dalam berongga serupa spons, tinggi antara 2,5-10 m. Daun bertangkai panjang menyerupai pipa dan helai daunnya berbentuk jari, daun berjejal pada ujung batang dan ujung cabang. Bunganya hampir selalu berkelamin satu dan berumah dua. Bunga jantan pada tandan dan bertangkai panjang, kelopak sangat kecil, mahkota bunga berbentuk terompet. Bunga betina kebanyakan berdiri daun mahkota lepas atau hampir lepas, berwarna putih kekuning-kuningan. Buahnya bulat telur memanjang. Buah pepaya mentah berwarna hijau dan menjadi kuning kemerahan bila sudah masak. Berbiji banyak yang dibungkus selaput berisi cairan, didalamnya berdiri tempel.

Habitat: Bisa ditanam mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 100 m dpl. banyak ditanam di halaman rumah, dikebun dan banyak diusahakan di perkebunan.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Biji ; Getah buah ; Akar ; Bunga

Kandungan kimia: Alkaloid papaina; Karpaina; Pseudokarpaina; Glikosida karposid; Saponin; Karisina; Papaina; Papayatimina; Fitoklimasa; Karatinoid; Pektin; Galaktosa; Asam galakturonat

Khasiat: Stomakik; Emenagog; Antelmintik; Anti inflamasi; Antelmintik; Diuretik

Nama simplesia: Caricae Folium

Resep tradisional:
Obat cacing
Akar pepaya 1 jari tangan; Bawang putih 1 umbi; Air 100 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml.
Demam dan mulas
Daun pepaya muda segar 1 helai; Daging buah asam secukupnya; Air 100 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml.
Haid yang disebabkan karena kecapaian
Daun pepaya muda segar 1-2 helai; Garam sedkit; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Malaria
Daun pepaya muda segar 1 helai; Meniran 5 tanaman; Air 100 ml, Direbus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus); 1/4 cangkir (pipisan).
Nyeri sendi
Akar pepaya(potongan)1/2 botol sirup; Garam dapur 2 sendok makan; Kayu putih 2 sendok makan; Arak secukupnya, Semua ramuan dimasukkan kedalam botol; ditambah arak sampai penuh ; kemudian jemur di panas matahari selama 10 hari, Digosokkan pada sendi-sendi yang sakit; sesaat sebelum tidur.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Patikan Kebo

Nama latin: Euphorbia hirta L

Nama daerah: Patikan kebo; Patikan jawa; Mangkokan

Deskripsi tanaman: Tanaman herba yang tegak atau memanjat atau menjalar banyak tumbuh secara liar di kebun, di ladang, di tepi sungai. Daunnya berbentuk taji dan berbulu berwarna hijau, merah kecoklatan. Batang berwarna merah coklat dan berbulu juga.

Habitat: Dapat tumbuh sampai 1400 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Flavonoid; Glikosida; Sterol; Eufosterol; Jambulol; Asam melisat; Asam forbat; Alkolid; Gula; Tanin.

Khasiat: Antiinflamasi; Hemostatik; Ekspektoran; Spasmolitik; Diuretik; Antipuritik.

Nama simplesia: Hirtae Herba

Resep tradisional:
Batuk
Patikan kebo 1,2 g; Jahe 48 g; Manis jangan 4,8 g; Kapulogo 1,2 g; Cengkeh 4,8 g; Sirih 14,4 g; Saga 2,4 g; Poko 1,3 g; Gula 78 g; Air 120 ml, Patikan kebo; Jahe; Sirih; Saga; dan Poko dipotong=potong dan direbus sampai mendidih; kemudian disaring; manis jangan dipotong-potong; kapulogo di tumbuk; cengkeh direbus lagi dengan air hasil saringan tadi sampai mendidih; disaring digunakan untuk merebus gula sampai diperoleh 120 ml sirup, Diminum; Dewasa 3 kali sehari; 1-2 sendok makan; anak-anak 3 kali sehari; 1-2 sendok teh.
Bronkhitis
Herba patikan kebo segar yang belum berbunga 10 g; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Sakit tenggorokan
Patikan kebo yang belum berbunga 10 tanaman; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Untuk berkumur 1 kali sehari 100 ml; bila perlu dapat diencerkan dengan air hangat; sebagian dapat ditelan.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Patikan Cina

Nama latin: Eupherbia prostata Ait

Nama daerah: Patikan gelang pasir; Kameniran; Kimules

Deskripsi tanaman: Terna, tegak atau merayap. Batang dan daun berwarna hijau dan kemerahan, bila dipatahkan mengeluarkan getah. Daun bersirip genap berhadapan, bentuk bulat telur, bau wangi. Bunga berwarna merah muda

Habitat: Tumbuh liar pada dataran rendah sampai pada ketinggian 1000 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman

Kandungan kimia: Glikosida; Samponin; Apigenin; Tarakserol; Tirukalol; Tanin; Euforbin; Kuersetin

Khasiat: Antiinflamasi; Diuretik; Antipiretik ;  Thymifoliae Herba

Resep tradisional:
Disentri basiler
Herba patikan cina segar 1 genggam; Herba meniran 2 tanaman; Rimpang temu laeak 7 keping; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Dubur keluar
Herba patikan cina 6 g; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Pandan Wangi

Nama latin: Pandanus amaryllifolius Linn

Nama daerah: Pandan harum; Pandan rampe; Pandan room; Pandan rum

Deskripsi tanaman: Tumbuhan semak. Daun berbentuk pita, panjangnya sampai 8 cm, berbau wangi. Berakar gantung, dengan akar tinggal dan akar gantungnya, tumbuh menjalar, hingga dalam waktu singkat akan merupakan rumpun yang lebat.

Habitat: Tumbuh liar ditepi sungai, rawa, dan tempat tempat lain yang tanahnya lembab sampai setinggi 500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Alkaloida; Saponin; Flavonoida; Tanin; Polifenol; Zat warna

Khasiat: Sedatif; Stomakik; Tonik

Nama simplesia: Pandanuseae Folium

Resep tradisional:
Lemah syaraf
Daun pandan 5 lembar; Air 300 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Pacing

Nama latin: Costus speciosus J. Sm.

Nama daerah: Pacing tawar; Setawar; Sitawar; Poncang-pancing; Tawar-tawar; Tabar-tabar

Deskripsi tanaman: Herba tegak, 0,5-1,5 m. Daun pacing nyaris tak bertangkai, kalaupun ada hanya 1,5 cm panjangnya, berlidah pendek. Helaian daun berbentuk mata tombak, ukuran 9-37 kali 3-10 cm. Bunga duduk berbentuk terminal rapat, berwarna merah muda atau putih. Daun pelindung memanjang runcing berdiri tempel. Kelopak tidak rontok, serupa tulang segitiga, mahkota membentuk tabung 1×0,5 cm. Tajuk bulat telur, ujung runcing pendek. Buahnya bersegi tiga merupakan buah kotak berwarna merah dengan biji.

Habitat: Tumbuh liar di hutan, di ladang dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab. Ada juga ditanam di halaman sebagai tanaman hias.

Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang

Kandungan kimia: Diosgenin; Dioscin; Gracilin; Sitosserol; Methyl tritri acontanoate; 8 hydroxy triacontan-25-one,5 alfa-stigmast-9(11)-en-3-beta-01,24-hydroxyaontan-26-one; 24 hydroxyacontan-27-one

Khasiat: Diuretik; Antipiretik; Antipruritik

Nama simplesia: Costi Rhizoma

Resep tradisional:
Kontrasepsi (KB)
Rimpang pacing 10 g; Buah pace 1 buah; Air 3 gelas, Semua bahan direbus sampai mendidih lalu sisakan airnya 1 gelas kemudian disaring setelah dingin diminum, Minumlah setiap hari setelah menstruasi selama 10 hari dengan cara berturut-turut.
Busung air
Rimpang pacing 12 g; Herba kumis kucing 7 g; Air 130 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
.
Eksem
Rimpang pacing segar secukupnya; Rimpang kunyit 1 buah; Air sedikit, Dipipis hingga berbentuk pasta, Borehkan pada bagian kulit yang sakit.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Pacar Air

Nama latin: Impatiens balsamina L.

Nama daerah: Gembong; Pacar banyu; Pacar toyo; Paru inai; Bunga tabo; Laka kecil; Bunga jawelu

Deskripsi tanaman: Herba tegak, batangnya berair, tinggi 0,3-0,8 m. Daun berbentuk mata tombak, sampai pangkal bergerigi tajam, ukuran 6-15 kali 2-3 cm. Bunga bertangkai terdiri atas 1-3 buah, kelopak samping 2 mm berbentuk corong miring menyerupai taji sepanjang 20 mm. Bermahkota 5 lembar, 4 berbentuk jantung terbalik berkuku dan yang kelima lepas. Buah berbentuk elips, pecah menurut ruang secara tiba-tiba

Habitat: Tumbuh di pekarangan rumah pada ketinggian 1-900 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Biji ; Bunga ; Daun.

Kandungan kimia: Minyak lemak; Ikatan naftokinon; Lawsoue.

Khasiat: Antirematik; Emenagog.

Nama simplesia: Impatiens balsaminae Semen, Impatiens balsaminae Flos

Resep tradisional:
Haid tidak teratur
Bunga pacar air segar 6 g; Rimpang temu putih 6 g; Daun jung rahab 4 g; Air 115 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Kanker
Biji pacar air 4 g; Daun tapak dara 4 g; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
Kategori Produk
Madu Herbal Bumbu Masak herbal Beras Organik Aromatherapy
Kecantikan Tetes Mata Herbal Obat Luar Minuman Instan Kapsul Herbal
Herbal Kering Paket Herbal
Kategori Informasi