TO S
Semanggi

Nama latin: Hydrocotyle sibthorpiodes Lamk.
Nama daerah: Daun asam kecil; Calincing; Mala-mala; Cembicenan
Deskripsi tanaman: Semak menjalar atau merayap, berongga beruas-ruas, ruas yang bersentuhan, dengan tanah keluar akar, warna hijau. Daun bulat, ujung rompang, warna hijau. Bunga kecil keluar di ketiak daun, mahkota bentuk corong, warna kuning keputihan. Buah buni, lonjong, buah muda berwarna hijau, dan buah tua berwarna hitam
Habitat: Tumbuh pada tempat yang terkena sinar matahari atau agak rindang pada dataran rendah hingga ketinggian 3000 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Saponin; Zat samak
Khasiat: Antiinflamasi; Diuretik
Nama simplesia: Hydrocotyle sibthorpioidi Herba
Resep tradisional: Batuk Herba semanggi gunung segar 25 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Asma Daun semanggi secukupnya; Air secukupnya, Dimasak, Dimakan sebagai sayuran.Seledri

Nama latin: Apium graveolens L
Nama daerah: Sledri; Seladri; Sadri; Sederi; Seleri; Seldri; Daun sop
Deskripsi tanaman: Daunnya berpangkal pada batang dekat tanah, berbentuk lekuk tangan, baunya agak sedap.
Habitat: Banyak ditanam di sawah dan di ladang yang tanahnya agak lembab di daerah pegunungan.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan ;Biji
Kandungan kimia: Asparagin; Manit; Zat pati; Lendir; Pentosan; Glutamina; Tirosin; Flavon glukosida; Vitamin; Kolin; Linase; Zat pahit; Minyak atsiri
Khasiat: Stomakik; Diuretik; Antispasmodik
Nama simplesia: Apii Herba
Resep tradisional: Asam urat Biji seledri 2 g; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 1 ramuan. Reumatik Bonggol seledri (potong tipis-tipis)2 buah; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml. Tekanan darah tinggi Herba seledri segar 250 g; air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1 ramuan.Sambiloto

Nama latin: Andrographis paniculata
Nama daerah: Sambirata; Sandilata; Sadilata; Kioray; Kipeurat; Pepahitan; Takila; Takilo; Kiular
Deskripsi tanaman: Herba semusim, batang berkayu, warna hijau. Daun tunggal, bulat telur. Perbungaan bentuk tandan, di ketiak daun dan di ujung batang, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, ujung runcing, buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam.
Habitat: Tumbuh liar di hutan, ladang dan di halaman yang tanahnya agak lembab. Ada juga yang ditanam di halaman sebagai tanaman obat-obatan.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Andrografin; Andrografoloid; Panikulin
Khasiat: Antiinflamasi; Antipiretik; Analgesik; Diuretik; Stomakik; Antibengkak
Nama simplesia: Andrographidis Herba
Resep tradisional: Gatal-gatal Daun sambiloto 1 g; Jahe 1 g; Ngokilo 1 g; Akar wangi 1 g, Semua bahan ditumbuk halus seperti bubuk, Diminum 3x sehari. Kudis Daun sambiloto segar 1 genggam; Belerang sedikit, Campuran ditumbuk hingga halus sampai rata, Dilumurkan pada kulit yang sakit; dan lakukan setiap hari hingga sembuh. Demam digigit serangga atau binatang berbisa Daun sambiloto 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; ampas dioleskan pada tempat gigitan. Kencing manis Daun sambilata 25 helai; Daun kumis kucing 25 helai; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Radang usus bantu Daun sambiloto; Air Secukupnya, Dipipis atau diseduh , Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; apabila ramuan dibuat seduhan maka diminum 1 kali sehari 100 ml. Tifus Daun sambiloto 17 helai; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Kaki bengkak, Daun sambiloto; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diparamkan pada kaki setiap pagi dan sore.Sambang Darah

Nama daerah: Remek daging
Deskripsi tanaman: Perdu, batang berkayu, percabangan menggarpu, bergetah, warna hijau kecoklatan. Daun tunggal, bulat telur, sampai lanset, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna ungu sampai coklat. Perbungaan tumbuh di ketiak daun dan di ujung batang. Buah kotak, bulat, berwarna merah.
Habitat: Tumbuh di pekarangan rumah sebagai tanaman hias pada ketinggian 1-900 m dpl.
Bagian tanaman: Daun
Kandungan kimia: Flavonoid; Saponin; Tanin
Khasiat: Emenagog
Nama simplesia: Ez coecariae folium
Resep tradisional: Pendarahan Daun sambang darah 9 helai; Garam sedikit; Air secukupnya, Dipipis atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.Saga

Nama latin: Abrus precatorius Linn
Nama daerah: Saga manis; Sogo telik; Si manis; Sagacai; Saga areuy; Piling-piling
Deskripsi tanaman: Perdu, merambat dan membelit, batang berkayu bercabang, batang muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hijau kecokelatan. Daun majemuk, berselang-seling, menyirip ganjil, anak daun bulat telur, warna hijau. Perbungaan bentuk tandan. Buah polong. Biji bulat telur, warna merah bernoda hitam
Habitat: Tumbuh liar di semak belukar dan sebagai tanaman pekarangan pada ketinggian 250-900 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Akar; Daun; Biji
Kandungan kimia: Glisirhizin; Prekatorina; Abrin; Trigonelina; Kholina; Zat beracun toksalbumin glikosida; Hemoglutinin; Zat racun abrulin
Khasiat: Antiinflamasi; Diuretik; Antitusif; Parasitisida
Nama simplesia: Abri Folium
Resep tradisional: Batuk Daun saga 1 genggam; Buah adas 5 butir; Kayu pulasari 1/2 jari tangan; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih , Diminum 1 kali sehari 100 ml. Sariawan Daun Saga 2 g; Daun Pegagan 2 g; Rasuk angin 1 g; Kulit kayu turi 1/2 jari tangan; Akar manis 1 jari tangan; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih , Diminum 1 kali sehari 100 ml. Wasir Daun saga 1 genggam; Herba Pegagan 1 genggam; Daun Patikan Cina (serbuk)1 sendok teh; Akar Kelembak (serbuk)1/2 sendok teh; Rimpang temu lawak 7 keping; Air 110 ml , Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.Daun Sirih

Nama latin: Piperbetie L.
Nama daerah: Sirih; Suruh
Deskripsi tanaman: Perdu, merambat, batang berkayu, berbuku-buku, bersalur, berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua, yang sudah bisa dipetik biasanya sudah selebar 10 cm, panjang 15 cm. Buah buni, bulat, berwarna hijau keabu-abuan.
Habitat: Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang lembab.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Eugenol; Metil eugenol; Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Kalribetol; Sineol; Estragol; Karoten; Tiamin; Riboflavin; Asam nikotinat; Vitamin C; Tanin; Gula; Pati; Asam amino
Khasiat: Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Antiseptik
Nama simplesia: Piperis Folium
Resep tradisional: Kaki bengkak: Daun sirih 2 helai; Cabai jawa 3 buah; Lempuyang emprit 1 rimpang; Beras sedikit; Air sedikit; Arak secukupnya, Ramuan dihaluskan dengan bantuan sedikit air; kemudian ditambah arak secukupnya, Digosokkan pada kaki yang bengkak sebelum tidur. Keputihan: Daun sirih 2 helai; Daun Jambu biji 5 helai; Air 210 ml, Dibuat infus, Dicebokkan 2 kali sehari. Malaria: Daun sirih segar 20 helai; Daun sembung 20 helai; Daun asam 1 genggam; Daun beluntas 20 helai; Kulit kayu pulai 3 jari tangan; Air 2 panci, Dididihkan, Uapnya digunakan untuk mandi ukub(mandi uap). Napas/mulut bau: Daun sirih 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 50 ml. Nyeri sendi: Buah sirih 5 butir; Lempuyang emprit 1 rimpang; Ragi secukupnya, Dihaluskan ditambahan arak, Digosokkan pada tempat yang nyeri. Pendarahan hidung(mimisan): Daun sirih, Diremas dan digulung, Dimasukkan ke dalam hidung. Radang mulut: Daun sirih 2 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 100 ml. Suara parau dan Batuk: Daun sirih 2 g; Buah kapulaga 1 g; air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Daun Seribu


Nama latin: Achillea millefolium
Nama daerah: Godong sewu; Daun hidung berdarah; Gandana; Momadra
Deskripsi tanaman: Herba (Rumput – rumputan)tinggi 15-50 cm. Daun bercangap menyirip, pada masa vegetatif, daun tumbuh membentuk roset, karena batang belum muncul di atas tanah, lebar anak daun hanya 2 mm. Bunga pada tandannya membentuk payung berwarna kemerahan atau putih, tabungnya berwarna kuning, pada saat berbunga tangkainya tumbuh cepat sehingga tampak ruasnya memanjang. Buahnya kecil-kecil dan kulit tidak pecah.
Habitat: Tumbuh baik pada ketinggian tempat 900-1500 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Akhileina; Stakhidrina; Kholina; Polina; Apigenin; Inulin; Flavon; Glikosida benzaldehidsianhidrin; Zat samak; Asparagin; Minyak lemak.
Khasiat: Diaforetik; Antipiretik; Diuretik; Hipotensif; Antiseptik.
Nama simplesia: Achilleae millefolli Herba
Resep tradisional: Gangguan syaraf: Daun seribu kering 30 g; Air 2 gelas, Daun direbus hingga cairannya tinggal 1 gelas, Diminum setiap jam Gangguan pencernaan: Daun seribu ditumbuk halus 1 sendok makan; Madu 1 sendok makan, Keduanya diaduk menjadi satu, Sehari minum 3 kali; tiap kali minum 1 cangkir; setiap hari hendaknya makan buah pepaya.
Daun Sendok

Nama latin: Plantago major L.
Nama daerah: Daun urat; Ekor angin; Ekor menjangan; Ki urat; Ceuli uncal; Meloh kiloh; Otot-ototan; Sembung otot; Suri pandak; Sang koba; Terongoat
Deskripsi tanaman: Tumbuhan terna tahunan, berkembang secara luar biasa dengan rimpang tegak, tinggi tanaman 60-80 cm.
Habitat: Tumbuh di tanah yang disinari matahari atau agak teduh, dipinggir-pinggir jalan berumput dan di lapangan rumput, di hutan atau tempat terbuka.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman
Kandungan kimia: Lendir; Asam D-galakturonat; Pluntagon; ankobin(glikosid); Nivertin; Emulsin(enzim); Vitamin C; Alkaloida; Tanin; Minyak lemak
Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik; Antipiretik; Ekspektoran
Nama simplesia: Plantaginis majoris herba
Resep tradisional: Bisul: Seluruh tanaman daun sendok 3 tanaman; air 2 gelas, Campuran direbus sampai diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 1 kali 1 gelas. Kudis: Daun sendok segar 7 lembar; Daun sambiloto segar 7 lembar; air 2 gelas, Campuran direbus hingga diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 2 kali; 1 gelas. Batu ginjal: Herba daun sendok segar 7 g; Akar alang-alang 7 g; Daun keji beling segar 2 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Herba meniran segar 2 g; Air 130 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; apabila dibuat pipisan; diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari. Hepatitis dan Radang usus: Herba daun sendok segar 1 genggam; Rimpang temu lawak segar 7 keping; Air secukupnya, Rimpang temu lawak segar disangrai; kemudian dipipis bersama herba daun sendok, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari sampai 14 hari. Rematik: Herba daun sendok segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang sakit; diperbaharui setiap 3 jam sekali. Wasir: Herba daun sendok segar 1 genggam; Daun wungu segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 14 hari.

















